Projo Berharap Jokowi Jangan Calon Tunggal

KETUA umum relawan pro-Jokowi (Projo) Budi Arie Setia­di berharap Jokowi tidak maju sendirian alias menjadi calon tunggal dalam Pilres 20...

KETUA umum relawan pro-Jokowi (Projo) Budi Arie Setia­di berharap Jokowi tidak maju sendirian alias menjadi calon tunggal dalam Pilres 2019 mendatang. Sebab, menurut dia, hal itu akan menurunkan kualitas demokrasi.
“Karena wacana calon tunggal sedang naik sekarang. Kami tak tahu yang sebelah (pesaing Jokowi) maju atau enggak. Namun, kami harap Jokowi jangan jadi calon tunggal,” ujar Budi, dalam diskusi Para Syndicate, di Jakarta, Jumat (16/3).
Menurut Budi, demokrasi sesungguhnya hanya alat untuk mencapai tujuan utama, yakni menyejahterakan masyarakat. Dia berharap kontestasi pilpres nanti mencerminkan kualitas terbaik bagi demokrasi. “Kita berharap kontestasi pilpres nanti menjadi ajang adu gagasan,” terang Budi.
Menurutnya, pihak-pihak yang tidak sepakat dengan program atau kebijakan pemerintah seharusnya membuat program tandingan atau alternatif kebijakan yang mampu dicerna dan bahkan didukung jika memang bagus.
Sehingga bukan cuma memfitnah atau memproduksi hoaks karena hal itu tidak produktif bagi perkembangan bangsa. “­Sebab demokrasi yang berbobot ialah demokrasi yang mampu menghadirkan diskursus perdebatan yang produktif sehingga menghasilkan kebijakan yang berguna bagi bangsa dan bukan sebaliknya,” ujar dia.
Dalam kesempatan yang sama Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Kadir Karding, menyatakan kecil kemungkinan Jokowi menjadi calon tunggal. Sebab, menurutnya, Partai Gerindra telah sesumbar bakal mengusung Prabowo sebagai capres. “­Deklarasinya mungkin sekitar awal April ­nanti,” ujarnya.
Tentang siapa yang bakal menjadi calon lawan Jokowi di pilpres nanti, juga berkorelasi dengan siapa yang akan menjadi partner petahana itu sebagai wakilnya. “Ini yang jadi salah satu faktor pertimbangan kriteria pendamping Jokowi,” ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai NasDem, Johnny G Plate.
Johnny menjelaskan, meski partainya menggunakan prinsip tanpa syarat untuk Pilpres 2019 nanti kepada Jokowi, termasuk untuk memilih cawapresnya, menurutnya ada sejumlah prinsip yang harus dipenuhi oleh calon pendampingi Jokowi tersebut.
”Pasti kita harus melihat cawapres dan capres harus memberikan sinergi dan kontribusi elektoral. Cawapres juga harus memiliki basis elektoral yang memadai untuk melengkapi agar elektabilitas nanti menjadi lebih kuat dalam kontestasi pilpres,” terang Johnny. (Dro/E-2)

sumber : http://mediaindonesia.com

Related

PROJO 1180388011385834340

Posting Komentar

emo-but-icon

Hot in week

Recent

Comments

item