Konsep Pariwisata Tapal Kuda Haranggaol -Tigaras & Tigarunggu-Tigaras ke Samosir.

Saya berpikir bahwa Konsep Pariwisata lintas Haranggaol ke Bangun Purba, Salbe, Liang Deak Tigaras sepanjang pesisir danau toba Simalungu...

Saya berpikir bahwa Konsep Pariwisata lintas Haranggaol ke Bangun Purba, Salbe, Liang Deak Tigaras sepanjang pesisir danau toba Simalungun memberikan nuansa dan view pantai dan tebing tebing bebatuan pantai yang tidak kalah indah dengan View lintas Haranggaol-Tigarunggu-Sitalasari-Simarjarungjung- Tigaras melalui Bukit Indah Simarjarungjung dengan pemandangan gunung dan view utuh Danau toba.

Ini sangat menarik minat dari para wisatawan karena ada jalur alternatif pariwisata seperti lintasan "Tapak Kuda" yang menjadikan wisatawan dapat menikmati wisata perjalanan pantai, tebing dan pegunungan juga view danau toba yang utuh. Tentu hal ini ini merupakan jalur alternatif menuju samosir yang menjadikan Simalungun bukan hanya perlintasan wisatawan. Dengan dibentuknya jalur alternatif yang mirip dengan tapak kuda ini, maka ini merupakan kesempatan pertumbuhan perekonomian di Simalungun atas sebagai trigger pertumbuhan ekonomi kemasyarakatan. Haranggaol dapat menjadi wisata kuliner ikan tawar yang tidak kalah menarik  jika dibandingkan Jimbaran Bali. Jimbaran bali hanya menyajikan pantai laut dan pemukiman masyarakat tapi sangat digemari wisatawan sebagai kuliner ikan laut. Jika kita bayangkan Haranggaol dengan pasir putihnya persis di pantai hotel horison memungkinkan diperluas pantainya menjadikan tempat makan ikan tawar yg sangat menyenangkan. Sajian pemandangan  pantai, danau, gunung hijau, tebing bebatuan menjadikan suasana yang amat teduh dan romantis, jika dibandingkan dengan danau titise di Jerman, Swan lake di perth di samping Bell Tower Perth, Danau Luzern di swiss tidaklah  kalah indah dengan Tapak Kuda Haranggaol- Tigaras.

Agrowisata juga pasti sangat menarik di lintasan tapak kuda tersebut, sehingga kebutuhan keranjang buah, topi agro wisata, dan ratusan softner industri rumahtangga bernuansa simalungun dapat bertumbuh dengan cepat. Setiap titik di lintasan tapak kuda dapat dijakan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan berbelanja dan menikmati perjalanannya. Apalagi jika ada sanggar seni yang secara rutin menyajikan tarian dan budaya nenek moyang Simalungun dengan pakaian khasnya mungkin di Simpang harangaol, Simarjarungjung dan puncaknya di Tigaras Tanjung Unta benar benar memberikan suguhan istimewa yang mengesankan Wisatawan. Jika ini dapat di realisasikan dengan memperbaiki Infrastruktur Jalan khususnya Lintasan Simp Haranggaol-Haranggaol-Salbe-Tigaras maka tidak mustahil pertumbuhan Resort, hotel, motel, restauran dan mini market akan segera bertumbuh. Untuk jalur alternatif Haranggaol-Tugarunggu-Simarjarungjung-tigaras sebagai jalan Nasional KSPN lagi dibenahi. Sehingga yang sangat butuh di dorong oleh pemda dan dpr simalungun ke Bappenas Dana Alokasi Khusus KSPN (Kawasan Strategis Pariwisata Nasional) menjadikan ini cepat terealisasi, sehingga zonasi dari KJA yang di kelola dengan baik dengan water treatment yang memadai  untuk wisata ikan kuliner,  Agrowisata, Pakaian tradisional, seni dan budaya simalungun menjadikan Wisata holistik dan terintegrasi bagi wisatawan yang akan menarik minat wisatawan lokal dan manca negara, sehingga simalungun Danau Toba menjadi benar benar destinasi wisata bujan saja persinggahan dan lintasan turis yang dapat meningkatkan PAD sektor Pariwisata. Saya mendorong Pemda dan DPRD lebih inovatif dan kreatif membuat perda sehingga permudahan investor dan perijinan investasi yg gratis dan cepat, sangat amat penting, no pungli, untuk percepatan pembangunan pariwisata. Juga kemampuan dari SKPD dan DPRD dalam mendorong SIPID (Sistem Informasi Potensi Investasi Daerah) yang sangat penting dakam menarik investor ke Simalungun. Akhirnya dibutuhkan DPRD dan Bupati serta SKPD Simalungun yang mempunyai kapasitas Inteligensia, berIntegritas, mempunyai networks dan jaringan yang luas untuk investor baik dalam negeri dan luar negeri, dan mempunyai cukup energi untuk kerja...kerja dan kerja, Sehingga simalungun Najagiah yang berlandaskan Habonaron do bona sebagai kultur moralitas dan UUD45 sebagai acuan konstitusi menjadikan Simalungun Kabupaten yang maju. Semoga.

By. Jaya Damanik, S.Si, MM,MBA,

Related

PROJO SIMALUNGUN 4207976387481930248

Posting Komentar

emo-but-icon

Hot in week

Recent

Comments

item